Artikel
DESA SEHAT IKLIM
Desa Sehat Iklim: Benteng Kita Menghadapi Cuaca Ekstrem dan Penyakit
Cuaca yang tidak menentu, panas terik yang menyengat, lalu tiba-tiba turun hujan lebat kini menjadi tantangan sehari-hari kita. Perubahan iklim ini bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi sudah menjadi ancaman nyata bagi kesehatan keluarga kita di desa.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah bersama masyarakat kini menggencarkan program Desa Sehat Iklim (DEKSI). Program ini mengajak seluruh warga desa untuk bergerak bersama, menjaga lingkungan, dan melindungi keluarga dari serangan penyakit yang muncul akibat perubahan cuaca.
Mengapa Cuaca Ekstrem Membuat Kita Mudah Sakit?
Saat musim kemarau terlalu panjang atau musim hujan datang tanpa pola yang jelas, lingkungan kita berubah. Genangan air buatan muncul di mana-mana menjadi tempat alami nyamuk berkembang biak. Selain itu, sumber air bersih seiring waktu bisa tercemar atau mengering, yang memicu penyebaran kuman penyebab penyakit.
3 Ancaman Penyakit yang Wajib Kita Waspadai
- Demam Berdarah (DBD) & Malaria: Curah hujan tidak menentu menyisakan genangan air bersih tempat nyamuk bertelur.
- Diare & Penyakit Kulit: Krisis air bersih saat kemarau memaksa warga memakai air yang tidak higienis.
- ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan): Debu kering saat kemarau dan polusi memperburuk kondisi udara desa.
Aksi Nyata "Desa Sehat Iklim"
Menjadi Desa Sehat Iklim tidaklah sulit. Kita bisa memulainya hari ini dari lingkungan rumah masing-masing dengan langkah 3M Plus dan Sanitasi Tangguh:
-
Gencarkan Lagi 3M Plus
Jangan biarkan ada barang bekas di sekitar rumah yang bisa menampung air hujan. Kuras bak mandi secara rutin, tutup rapat penampungan air, dan kubur atau daur ulang sampah plastik. -
Amankan Sumber Air Bersih
Pastikan jarak antara septic tank dan sumur air minimal 10 meter. Saat banjir atau kekeringan melanda, selalu rebus air minum hingga benar-benar mendidih. -
Setop Bakar Sampah dan Buang Sampah Sembarangan
Asap pembakaran sampah merusak paru-paru dan memperburuk kualitas udara. Pilah sampah Anda; jadikan sampah organik sebagai pupuk kompos alami. -
Tanam Pohon di Pekarangan
Pohon dan tanaman hijau berfungsi sebagai "AC alami" yang menurunkan suhu panas di sekitar rumah sekaligus mengikat air di dalam tanah.
Mari Bergerak Bersama!
Desa yang sehat tidak bisa diwujudkan oleh kepala desa atau petugas puskesmas sendirian. Keberhasilan Desa Sehat Iklim berada di tangan kita semua. Dengan menjaga kebersihan lingkungan rumah hari ini, kita sedang melindungi anak-cucu kita dari ancaman penyakit di masa depan.
Mari gotong royong, wujudkan Desa Sehat Iklim, Masyarakat Tangguh, Keluarga Sehat!


PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA (APBDes) TAHUN ANGGARAN 2026
MUSYAWARAH DESA
PERATURAN DESA TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA TANJUNGANOM
LAPORAN REALISASI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA TAHUN ANGGARAN 2025
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA ( APBDesa ) TAHUN ANGGARAN 2026
UCAPAN TERIMAKASIH KEPALA DESA TANJUNGANOM KEPADA PEMERINTAH DAERAH BANJARNEGARA ATAS ALOKASI ANGGARAN BANTUAN KEUANGAN KHUSUS TAHUN 2025
INFORMASI PENJARINGAN DAN PENYARINGAN PERANGKAT DESA
Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2025
KAMPUNG SERIBU KOLAM
Infografis Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2023 Desa Tanjunganom
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG TAHUN 2025
RANGKAIAN ACARA GELAR BUDAYA DAN RUWAT BUMI DESA TANJUNGANOM TAHUN 2025
Selamat Datang di Website Resmi Desa Tanjunganom
KUNJUNGAN KERJA DIRJEN PERIKANAN BUDIDAYA KKP (Kementerian Kelautan Dan Perikanan) DAN BUPATI BANJARNEGARA dr. AMALIA DESIANA KE DESA TANJUNGANOM KECAMATAN RAKIT
Pelatihan Website Desa Tanjunganom: Meningkatkan Kemampuan Perangkat Desa dalam Era Digital